kilat709
LIVEPetir menyatukan dua hal yang terasa berurutan: kilat terlihat, lalu guruh terdengar. Keduanya berkaitan dengan pelepasan listrik yang sama, tetapi cahaya dan suara bergerak dengan kecepatan berbeda sehingga tidak tiba kepada pengamat pada saat bersamaan [1].
Perbedaan muatan memicu petir
Petir dapat terjadi ketika ada perbedaan potensial listrik antara awan dan bumi, atau antara dua awan. Gerakan awan dan interaksinya dengan awan lain dapat membuat muatan berkumpul secara terpisah: muatan negatif pada satu sisi awan, sementara muatan positif berada di sisi sebaliknya [1].
Sebagai gambaran, petir dapat dianalogikan dengan kondensator raksasa yang memiliki dua sisi: awan dan bumi. Jika perbedaan potensialnya cukup besar, muatan dilepaskan melalui udara. Dalam uraian sumber, elektron dapat bergerak dari awan ke bumi atau sebaliknya; pelepasan juga dapat berlangsung antara awan-awan yang berbeda muatan [1].
Kilat terlihat, guruh terdengar
Pelepasan listrik tampak sebagai kilatan cahaya sesaat. Pada proses yang sama, ketika elektron mampu menembus ambang isolasi udara, muncul ledakan suara yang terdengar sebagai guruh [1]. Jadi, kilat dan guruh bukan dua kejadian yang tak berkaitan: yang satu terlihat, yang lain terdengar.
Mengapa guruh menyusul?
Cahaya bergerak lebih cepat daripada suara. Akibatnya, kilatan sampai ke pengamat lebih dahulu, sedangkan suara guruh terdengar beberapa saat kemudian [1]. Jeda yang kita rasakan itu berasal dari perbedaan kecepatan cahaya dan suara, bukan berarti keduanya harus merupakan dua peristiwa terpisah.
Urutannya sederhana: perbedaan muatan memicu pelepasan listrik, kilat tertangkap mata, lalu guruh menyusul ke telinga. Petirnya satu peristiwa; yang berbeda adalah waktu cahaya dan suaranya mencapai kita [1].
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Petir. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29577264&title=Petir (diakses 2026-10-03).